Jika aku diberikan kesempatan mengakhiri semuanya, aku rasa tidak akan memulai lagi dengan yang baru.
Gak, bukan karena aku terlalu sayang, tapi aku takut untuk memulai seperti itu lagi. Kukira memulai itu indah, seperti segelintir orang yang bercerita.
Entahlah, entah karena nasibku yang mengenaskan atau memang memulai itu tidak seenak yang dibayangkan, tidak seindah itu.
Mana yang buktinya menjalin dua kepala, menghadapi berdua jua. Ahh bulshit, semua itu. Pada nyatanya saat telah memulai, yang ada bebanku bertambah saja.
Iri lihat orang yang terlihat bahagia dengan yang mereka mulai, entahlah benar bahagia atau hanya pura pura.
Jengah, lelah dengan semuanya. Aku menopang diriku dan kehidupanku sendiri saja terseok seok, dan kini bertambah bebanku. Aku gak sanggup, kadang ingin rasanya terjun dari tebing agar semua usai.
Jika diberi kesempatan itu, aku tersadar, ternyata bukan memulailah yang aku butuhkan. Aku hanya butuh tempat tinggal untuk sendiri, udah itu aja.
Salam untuk aku di masa depan nanti,