DIY Rustic Wedding

Bukan hal mudah menyatukan 2 kepala keluarga, belum lagi yang menikah kita yang masih muda, punya keinginan ini itu dan orangtua. Setiap pernikahan punya kendala, percayalah aku pun sempat sampai berfikir untuk tidak melaksanakan resepsi (hanya akad di KUA).

Konfliknya berawal dari pemilihan lokasi, setelah tanggal akhirnya fix dengan perhitungan ala ala orangtua dulu, dan kita ikuti saja, selama tanggalnya setelah gajian hehehe.. Konflik pemilihan lokasi ini terjadi karena ibu aku yang tidak mau dilaksanakan pernikahan di luar rumah. Awalnya kami ingin melaksanakan di gedung, oleh sebab itu memakai Wedding Organizer, maksud hati kita tidak mau merepotkan orangtua, kita ingin orangtua datang rapih, duduk dan bersantai menikmati acara, tapi kenyataan beda. Ibuku awalnya menolak pakai wedding organizer, tapi setelah dibujuk akhirnya setuju. Lalu lokasi pun kita geser ke villa, ibu ku tetap tidak setuju, karena menurutnya villanya jauh. Lalu kita beri ide di villa dekat rumah ibuku, tapi tetap ditolak dengan alasan banyak orangtua. Dan akhirnya kami memutuskan untuk di rumah. Dimana saat itu depan rumah orangtuaku masih KEBON. Bukan KEBUN. Tau kan bedanya? Yang halaman depannya ditanami pohon singkong, pepaya, ubi dll. Kebayang gak sih cara mewujudkan tema Rustic Wedding di lokasi seperti itu???

Kita pun gak pantang menyerah, walau semua orang menyangkal kita dapat meratakan kebon itu sampai rata dan ditanami rumput hijau. Tiap minggu, aku sama Abi menggali tanah, nyabutin pohon pohon, dari kulit putih sampai belang 😦

Bayangin pengantin kulitnya belang, yang pengantin lain saat hari H perawatan, gue masih harus berkebun. Ibuku pun akhirnya luluh dan bantuin di kebun. Memang tidak ada hasil yang menyia nyiakan usaha, akhirnya kebun pun rata, pohon singkong dll sudah tidak ada, saatnya menanam rumput. Abi yang gak pernah megang cangkul dan berkebun akhirnya pakai cangkul. Kita setiap weekend menanam rumput, Ibuku tiap hari siram rumput biar cepat tumbuh, semua persiapan rumput kita lakukan selama kurang lebih 3 bulan.

Bayangkan, mana ada pengantin yang membuat tempat pernikahannya sendiri???

Kebun pun selesai, namun ada masalah lagi…..

Mbak mbak yang mengurus wedding organizer pun menghilang tiba tiba, kita sampai mikir aneh aneh. Karena sikapnya mendadak berubah gitu loh.

Jadi mbak mbak WO ini bekerja di suatu villa, awalnya kita mau menikah di villa itu, lalu berubah rencana karena ternyata mbak WO ini punya WO sendiri dan bisa buat acara diluar villanya tempat ia bekerja. Namun sikap ramahnya saat kita deal sampai akhirnya memutuskan di rumah jauh jauh berbeda, setiap mau diskus selalu di ntar ntar ntar ntar, padahal saat itu tanggal pernikahan kita sudah dekat. Tester menu pun mepet, saat itu yang cukup baik Mbak mbak make up, baikkkkk banget, walau super sibuk, tapi dia rela ketemu sama kita, tester make up dan bajunya, dibeliin makanan, suka banget.

Dan yang bikin shock, sampai hari H dia gak muncul sama sekali, bahkan yang ngurus hari H wedding kita orang lain, yang katanya infonya adiknya, entahlah benar atau tidak. Properti yang kita request pun ada beberapa yang tidak sesuai, tapi untunglah semua berjalan lancar, tidak hujan, tidak ngaret, dan makanan cukup 🙂

Ini beberapa acara wedding kita :

Tinggalkan komentar