“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.
Ar-Rum : 21
Kami melangsungkan pernikahan di usia cukup muda (buat kaum milenial perkotaan sih cukup muda), usia 24 tahun. Sebelum kita masuk DIY pernikahan kita, kita cerita dulu persiapan pernak pernik perintilan pernikahannya ya 🙂
LETS GOOOOOO!
Kami menikah tanpa persiapan. Kalau kalian yang ingin menikah tapi kendala biaya, merasa tidak punya uang, percayalah, jika sudah saatnya, jika sudah yakin, Allah akan memberikan jalan dan memudahkannya. Karena menikah adalah ibadah 🙂
Aku memang memiliki keinginan untuk menikah muda, punya target menikah di usia 25 atau 26, sama dengan wanita lainnya, aku pun ingin menikah sesuai keinginan, dan ingin menabung agar konsep pernikahan yang aku impikan tercapai. Tapi suatu ketika Desember 2016, ibunya Abi menghubungi Abi, untuk mengajak anaknya melamar aku. Aku kaget dengarnya pertama kali, bingung, kaget, gak karuan, karena terlalu dini menurut aku, dan aku rasa aku dan Abi belum sama sama siap menikah. Tapi ibunya Abi tetap mendesak Abi melamar aku, akhirnya datanglah keluarga Abi di bulan Januari 2017.
Persiapan lamaran pun dadakan, gak kaya orang yang pakai jasa orang lainnya, semua acara properti kita yang buat sendiri, karena mama aku melarang memberitahu teman saat lamaran. PAMALI katanya, yaaa begitulah orangtua dulu.
Ini beberapa foto saat kita lamaran :


