Diskusilah orangtua kita masalah tanggal pernikahan, keluarga Abi ingin lebih cepat lebih baik, tapi aku sendiri takut, karena terus terang aku harus biayai sendiri pernikahan aku, dan aku tidak punya tabungan sedikit pun saat itu. Karena ibu aku dari awal sudah memberitahu tidak bisa bantu untuk biayai pernikahan. Aku putar otak, terus terang, aku sempat kefikiran untuk pinjam KTA ke bank, karena aku tidak tahu jalan pintas lain untuk punya uang mengadakan resepsi. Tapi Abi melarangnya
Kita bisa menikah mewah sekarang, tapi nanti setelah menikah akan dikelilingi hutang yang besar karena biaya pernikahan dari hutang. Karena selalu ada biaya tak terduga saat berumah tangga nanti.
Kata Abi
Akhirnya aku urungkan niat pinjam uang ke KTA. Allah memang selalu mempunyai rencana lain untuk niat yang baik. Tiba tiba saja perusahaan di kantor lamaku yang terkenal pelit insentif dan bonus setiap bulannya selalu ada uang tambahan, begitupula di kantor Abi. Akhirnya kami menyicil persiapan pernikahan dari pemasukan dadakan tiap bulan, menyicil seserahan, DP wedding organizer. Dan yang amaze nya dengan orang yang tidak punya tabungan sedikit pun kami bisa melangsungkan pernikahan sesuai yang kita harapkan dengan tema rustic. Ya walau saat hari H ada beberapa yang mist, tapi namanya juga pernikahan.
Untuk kotak mahar kita DIY sendiri, beli properti di Gramed dan Sukasari, begitu pula kota untuk bridesmaid and groomsmen, bahkan surat undangan kita pun kita DIY sendiri, dari design, printing dan packagingnya. Printingnya pun kita mepet, sempat gak nemun printing yang cocok karena kita printnya mepet kurang dari sebulan, sampai akhirnya nemun Enci Enci di daerah Sukasari yang baik banget, dan mau bantu kita. Pas packaging juga, untuk Ibuku mau bantuin packaging undangannya
Ini beberapa barang Rustic Wedding kita :



